Cerita Awal
Ini adalah awal saya bercerita tetang cerita yanng saya miliki. Bukan cerita yang menampilkan siapa saya sebenarnya, tetapi lebih ke cerita pengalaman saya. Karena guru terbaik adalah pengalaman. Mari masuk ke dunia saya.
Saya sangat menyukai sejarah. Sejak kecil saya sudah diperkenalkan sejarah oleh Bapak saya. Bapak saya lebih menyukai sejarah yang ada di lingkungan tempat tinggalnya, karena wilayah tempatnya memiliki banyak sekali sejarah. Karena bisa di lihat dari sejarah tepat kelahiran Bapak saya adalah kawasan dimana para anak-anak raja pada masa kerajaan Mataram di asingkan untuk mendapatkan pelajaran, baik pelajaran agama, membaca, menulis, sampai pelajaran untuk membela diri. Dari situ lah Bapak saya sering main di candi-candi yang lumayan jauh dari rumah Bapak saya. Di mana pada tahun 1960-an, di daerah tempat tinggal Bapak saya belum tersentuh yang namanya kendaraan seperti masa sekarang. Dimana memang rumah Bapak saya ini, sangat jauh dari yang namanya pasar. Pasar pun di wilayah rumah Bapak saya hanya pasar dadakan atau mungkin ada yang mejajakan dagangannya berkeliling. Pasar pun ada nama-nama hari pasaran. Seperti Pasar Pon, Pasar Paing dan sebagainya. Di nama hari pasaran ini pun di setiap hari pasaran tidak menjual seluruh kebutuhan sandang (pakaian) dan pangan (makanan), tetapi ada hari tertentu menjual bahan pokok makanan dan ada di hari terentu hanya menjual sandang (pakaian). Tradisi di tempat tinggal Bapak saya masih terjaga sampai saat ini, walaupun tidak seperti zaman dahulu di tahun-tahun 60-an,70-an atau tahun 80-an. Semakin berjalannya waktu wilayah di tempat tinggal Bapak saya, sudah mulai berkembang. Banyaknya toko (warung) menjual bahan pokok seperti beras, sayur mayur, lauk, sampai ke makanan ringan (seperti ciki dan segala macam jajanan). Semakin berkembangnya wilayah tersebut maka mulai ada yang namanya angkot, dimana dulu waktu saya kecil pernah di ajak nenek saya untuk berbelanja ke pasar yang lebih besar, walaupun tidak seperti pasar yang ada di kota (hanya pasar kecamatan). Tetapi semakin banyaknya penduduk yang bisa membeli motor angkot pun menjadi sepi bahkan tidak beroprasi lagi.
Bersambung...
Saya sangat menyukai sejarah. Sejak kecil saya sudah diperkenalkan sejarah oleh Bapak saya. Bapak saya lebih menyukai sejarah yang ada di lingkungan tempat tinggalnya, karena wilayah tempatnya memiliki banyak sekali sejarah. Karena bisa di lihat dari sejarah tepat kelahiran Bapak saya adalah kawasan dimana para anak-anak raja pada masa kerajaan Mataram di asingkan untuk mendapatkan pelajaran, baik pelajaran agama, membaca, menulis, sampai pelajaran untuk membela diri. Dari situ lah Bapak saya sering main di candi-candi yang lumayan jauh dari rumah Bapak saya. Di mana pada tahun 1960-an, di daerah tempat tinggal Bapak saya belum tersentuh yang namanya kendaraan seperti masa sekarang. Dimana memang rumah Bapak saya ini, sangat jauh dari yang namanya pasar. Pasar pun di wilayah rumah Bapak saya hanya pasar dadakan atau mungkin ada yang mejajakan dagangannya berkeliling. Pasar pun ada nama-nama hari pasaran. Seperti Pasar Pon, Pasar Paing dan sebagainya. Di nama hari pasaran ini pun di setiap hari pasaran tidak menjual seluruh kebutuhan sandang (pakaian) dan pangan (makanan), tetapi ada hari tertentu menjual bahan pokok makanan dan ada di hari terentu hanya menjual sandang (pakaian). Tradisi di tempat tinggal Bapak saya masih terjaga sampai saat ini, walaupun tidak seperti zaman dahulu di tahun-tahun 60-an,70-an atau tahun 80-an. Semakin berjalannya waktu wilayah di tempat tinggal Bapak saya, sudah mulai berkembang. Banyaknya toko (warung) menjual bahan pokok seperti beras, sayur mayur, lauk, sampai ke makanan ringan (seperti ciki dan segala macam jajanan). Semakin berkembangnya wilayah tersebut maka mulai ada yang namanya angkot, dimana dulu waktu saya kecil pernah di ajak nenek saya untuk berbelanja ke pasar yang lebih besar, walaupun tidak seperti pasar yang ada di kota (hanya pasar kecamatan). Tetapi semakin banyaknya penduduk yang bisa membeli motor angkot pun menjadi sepi bahkan tidak beroprasi lagi.
Bersambung...
Comments
Post a Comment