Cerita di Kota Tua, Jakarta
Part 1.
Kota
tua adalah sebutan untuk kota yang dianggap sebagai pusat kota pada masa
dahulunya. Kota tua di Jakarta sendiri adalah pusat pemerintahan Hindia
Belanda, pada masa penjajahan Belanda. Di lihat dari beberapa bangunan di
sekitaran kota tua adalah bangunan tua. Ada yang di jadikan museum seperti
Museum Sejarah Jakarta atau lebih di kenal Museum Fatahillah, museum wayang
yang dahulunya adalah gereja Kristen, lalu ada museum keramik, museum pos dan
bangunan tua lainnya yang di remajakan dan di pakai untuk tempat wisata,
restoran, bahkan ada yang di kosongkan tanpa adanya peremajaan atau pemakaian
banguna tua sebagai yang sudah di sebutkan diatas.
Tetapi
kawasan kota tua sekarang sudah menjadi salah satu destinasi di kota Jakarta
yang banyak di kunjungi dari, baik yang mengunjungi museum atau hanya menikmati
kawasan kota tua dengan beraneka ragam hiburan yang ada di kawasan kota tua. Kawasan kota tua yang dahulunya adalah sebuah
pusat pemerintahan Hindia Belanda yang tidak sembarangan orang dapat memasuki
kawasan kantor pemerintahan Hindia Belanda. Walaupun kondisi saat dulu, tidak
seramai sekarang. Selain kawasan pusat pemerintahan Hindia Belanda, di depan
gedung museum Sejarah Jakarta melintas sebuah trem ( kereta kecil ).
(Foto depan Museum Fatahillah, yang dahulunya adalah Kantor Gubernur Hindia Belanda).
Banyak juga tragedi bersejarah yang terjadi di area lapangan kantor Gubernur ini (depan Museum Fatahillah sekarang). Salah satunya adalah hukuman pancung dilakukan di halaman depan kantor. Karena memang selain menjadi gedung Pemerintahan, kantor Gubernur ini juga memiliki penjara bawah tanah yang hanya terdiri dari beberapa sel, namun setiap sel melebihi kapasitas sel. Karena kejahatan yang terjadi sangatlah banyak dan terkadang masalah sepele pun di adili dan di penjarakan. Sebenarnya masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang terjadi di halaman depan kantor Gubernur Hindia Belanda, maupun di dalam kantornya. Bersambung.
Comments
Post a Comment