Cerita di Kota Tua, Jakarta part. 2. Lukisan di Museum Sejarah Jakarta.
Masih membahas tentang museum Sejarah Jakarta atau lebih di kenal dengan Museum Fatahillah ini, memang tidak akan ada habisnya. Karena setiap ruangan memiliki cerita sejarahnya masing-masing. Langsung saja, jika terakhir kali saya datang ke Museum Fatahillah ada ruangan buru yang memang di perdayakan kembali oleh pihak museum itu sendiri. Ruangan tersebut mempunyai sebuah lukisan besar yang memang di lukiskan langsung di dinding. Lukisan tersebut menggambarkan suasana pesta yang memang sering diadakan di Kantor Gubernur Hindia Belanda ( Museum Fatahillah). Para bangsawan Belanda ini sedang berdansa dan ada juga gambar beberapa pelayan pribumi (orang Nusantara) yang memang dipekerjaan sebagai pelayan.
Sebenarnya banyak sekali lukisan yang ada di Museum Sejarah Jakarta. Salah satu lukisan yang paling menarik adalah, lukisan Gubernur Jenderal (lupa yang ke berapa), karena lukisan tersebut adalah lukisan 3 dimensi yang jika diingat di tahun 1980-an, lukisan 3 dimensi masih sangat jarang sekali. Jika kita perhatikan mata dari lukisan tersebut seakan-akan mengikuti arah kita (agak seram memang ya), tetapi itu terjadi karena memang lukisan 3 dimensi. Lalu lanjut ke lukisan berikutnya dimana ada lukisan Sultan Agung (raja Mataram), yang pernah memerintahkan prajurit Mataram untuk mengusir Belanda. Namun sayang, Mataram kalah jumlah dan kalah dalam perlengkapan perang. Didalam lukisan tersebut menjelaskan kalah Sultan Agung dari Mataram ini terus menerus berusaha untuk mengusir penjajah. Lalu ada lukisan Jenderal Jan Piterzoon Coen yang memang berkuasa saat itu. Batavia (sekarang Jakarta), di bawah kekuasaan Jan Piterzoon Coen memang sangatlah kuat.
Sekian.
Comments
Post a Comment