Cerita pertama
Setelah saya menceritakan tentang kondisi desa tempat Bapak saya tinggal sekarang masuk ke dalam cerita sejarah yang saya alami, bukan dalam artian saya pernah ikut dalam upacara kemerdekaan 17 Agustus 1945, tetapi lebih ke cerita di balik kesukaan saya terhadap sejarah. Mari dimulai.
Dengan kondisi desa yang masih asri, jauh dari hiruk pikuk kota, dan menyimpan sejarah bangsa Indonesia yang masih terkubur, itu membuat jiwa tua saya semakin ingin mengetahui asal usul wilayah tersebut. Dari yang saya lihat langsung dan saya mendapatkan beberapa bukti di dalam buku sejarah, atau kata seseorang, itu yang membuat saya terpanggil untuk mengetahui sejarah di desa tempat tinggal Bapak saya. Tapi karena hanya setahun sekali kesana dan saat itu pula kantor-kantor pemerintahan atau perpustakaan sedang tutup jadi saya hanya sekedar mengamati situasi di sekitar rumah nenek saya. Dengan di kelilingi banyaknya pohon jati di seluruh desa sampai hampir mencapai jalan di kecamatan, saya mengatakan bahwa desa tersebut dahulunya adalah hutan belantara. Dan saya pernah mendapat cerita dari seorang yang memang paham sejarah Yogyakarta, maka dari itu saya yakin walaupun belum 100%, tetapi dihat langsung dan mendengar cerita dari orang tersebut maka saya simpulkan wilayah ini adalah hutan dulunya. Saya pun sampai sekarang masih mencari potongan puzzle dari desa tersebut sebelum mempelajari lebih dalam sejarah seluruh Yogyakarta, yang dimana wilayah Yogyakarta sebenarnya sangatlah luas dan banyak sejarah yang ada di Yogya danbeberapa wilayah di pelosok Yogyakarta itu sendiri.
Oh, ya saya lupa untuk meneruskan kenapa saya suka sejarah selain turunan dari Bapak, ya meemang suka saja dengan yang old school, otentik, suka yang antik-antik, jadoel (jadul), pokoknya yang berbau masa lalu. Dan di sejarah itu dibagi menjadi beberapa era. Masa purba, masa kerajaan di Nusantara (Nusantara pada masa dahulu tidak hanya beberapa pulau di Indonesia, tetapi sampai di wilayah Thailand sekarang), masa sebelum kemerdekaan Indonesia, masa setelah kerdekaan Indonesia, masa reformasi, dan masa demokrasi yang sampai saat ini. Di dalam sejarah saya menemukan hal-hal baru yang belum pernah saya temui sebelumnya, dan dengan menyukai sejarah saya bisa bertemu dan berkenalan dengan orang yang lebih mengerti sejarah di bandingkan saya sendiri. Saya bersyukur dengan kesukaan saya, bisa terus menerus mendapatkan ilmu dan penyuka sejarah itu unik dan otentik. Dengan mempelajari sejarah setidaknya kita tidak mengulangi kesalahan yang sudah terjadi. Walaupun menurut saya sebuah peristiwa sejarah, peristiwa yang sangat ingin sekali saya gali lebih dalam. Dengan kepuasan mendapatkan berbagai hal pertanyaan yang ada di dalam otak saya. Setidaknya jika sudah sedikit menggali sebuah peristiwa sejarah, saya merasa bangga dan lega pertanyaan-pertanyaan saya terjawab, walaupun masih banyak misteri. Kadang sifat ingin tahu manusia lebih tinggi dan kadang terlewat batas pemikiran manusia itu sendiri. Intinya saya senang dan bangga bisa menykai dan mempelajari sejarah. Walaupun saya mengenal sejarah lebih jauh lagi baru di bangku perkuliahan. Pesan dari saya jangan pernah melupakan sejarah, karena di dalam diri kita tersimpan cerita-cerita sejarah yang menarik pastinya. Setiap individu pasti memiliki cerita sejarah sendiri, walaupun dianggap tidak penting. Sekali lagi sejarah penting untuk di pelajari dan di hanyati agar peritiwa yang lalu tidak ter ulang kembali.
Dengan kondisi desa yang masih asri, jauh dari hiruk pikuk kota, dan menyimpan sejarah bangsa Indonesia yang masih terkubur, itu membuat jiwa tua saya semakin ingin mengetahui asal usul wilayah tersebut. Dari yang saya lihat langsung dan saya mendapatkan beberapa bukti di dalam buku sejarah, atau kata seseorang, itu yang membuat saya terpanggil untuk mengetahui sejarah di desa tempat tinggal Bapak saya. Tapi karena hanya setahun sekali kesana dan saat itu pula kantor-kantor pemerintahan atau perpustakaan sedang tutup jadi saya hanya sekedar mengamati situasi di sekitar rumah nenek saya. Dengan di kelilingi banyaknya pohon jati di seluruh desa sampai hampir mencapai jalan di kecamatan, saya mengatakan bahwa desa tersebut dahulunya adalah hutan belantara. Dan saya pernah mendapat cerita dari seorang yang memang paham sejarah Yogyakarta, maka dari itu saya yakin walaupun belum 100%, tetapi dihat langsung dan mendengar cerita dari orang tersebut maka saya simpulkan wilayah ini adalah hutan dulunya. Saya pun sampai sekarang masih mencari potongan puzzle dari desa tersebut sebelum mempelajari lebih dalam sejarah seluruh Yogyakarta, yang dimana wilayah Yogyakarta sebenarnya sangatlah luas dan banyak sejarah yang ada di Yogya danbeberapa wilayah di pelosok Yogyakarta itu sendiri.
Oh, ya saya lupa untuk meneruskan kenapa saya suka sejarah selain turunan dari Bapak, ya meemang suka saja dengan yang old school, otentik, suka yang antik-antik, jadoel (jadul), pokoknya yang berbau masa lalu. Dan di sejarah itu dibagi menjadi beberapa era. Masa purba, masa kerajaan di Nusantara (Nusantara pada masa dahulu tidak hanya beberapa pulau di Indonesia, tetapi sampai di wilayah Thailand sekarang), masa sebelum kemerdekaan Indonesia, masa setelah kerdekaan Indonesia, masa reformasi, dan masa demokrasi yang sampai saat ini. Di dalam sejarah saya menemukan hal-hal baru yang belum pernah saya temui sebelumnya, dan dengan menyukai sejarah saya bisa bertemu dan berkenalan dengan orang yang lebih mengerti sejarah di bandingkan saya sendiri. Saya bersyukur dengan kesukaan saya, bisa terus menerus mendapatkan ilmu dan penyuka sejarah itu unik dan otentik. Dengan mempelajari sejarah setidaknya kita tidak mengulangi kesalahan yang sudah terjadi. Walaupun menurut saya sebuah peristiwa sejarah, peristiwa yang sangat ingin sekali saya gali lebih dalam. Dengan kepuasan mendapatkan berbagai hal pertanyaan yang ada di dalam otak saya. Setidaknya jika sudah sedikit menggali sebuah peristiwa sejarah, saya merasa bangga dan lega pertanyaan-pertanyaan saya terjawab, walaupun masih banyak misteri. Kadang sifat ingin tahu manusia lebih tinggi dan kadang terlewat batas pemikiran manusia itu sendiri. Intinya saya senang dan bangga bisa menykai dan mempelajari sejarah. Walaupun saya mengenal sejarah lebih jauh lagi baru di bangku perkuliahan. Pesan dari saya jangan pernah melupakan sejarah, karena di dalam diri kita tersimpan cerita-cerita sejarah yang menarik pastinya. Setiap individu pasti memiliki cerita sejarah sendiri, walaupun dianggap tidak penting. Sekali lagi sejarah penting untuk di pelajari dan di hanyati agar peritiwa yang lalu tidak ter ulang kembali.
Comments
Post a Comment